Telp 087733156777 :
Home » » Karimun Jawa: A to Z

Karimun Jawa: A to Z

Karimun Jawa: A to Z!

Uhuk Uhuk!! Saya mengalami kepayahan yang cukup berat karena efek perjalanan ke Karimun Jawa, 16 hingga 21 Oktober 2009 yang lalu. Batuk ini tak kunjung pergi. Sariawan di dua tempat. Sakit kepala dan pening yang menyiksa. Namun semua “penderitaan” itu terbayar dengan liburan yang berkualitas selama 4 (empat) hari di Karimun Jawa!
Berikut Gosip dan Fakta nya … Eh Data dan Fakta^^

Jumat, 15 Oktober 2009

Stasiun Pasar Senen – Stasiun Tawang

1. ANJRIT! Dan, ada satu fakta yang membuat saya meringis di malam jumat yang biasanya diliputi dengan kismis alias kisah-kisah misteri itu, yaitu saya kehabisan stock celana dalam! Horror! Di lemari hanya tinggal boxer-boxer saja. Huahaha. Plak.
2. Berguncang! Jakarta pun terguncang … saya membereskan tas sambil berlindung di bawah meja lalu ngacir ke toilet trus ngibrit secepatnya ke Stasiun=p
3. Ceriwis. Setelah grup Jakarta terkumpul di Stasiun Jatinegara, keributan pun dimulai. Dalam satu gerbongnya, sepertinya hanya di kursi 10-11 yang lebai, mulai dari jeprat-jepret, makan bakpao, hingga ngegosip hebat kayak di studio insert. Sepertinya penumpang senja utama Semarang di Gerbong 5 sedang bersabar setelah diguncang Gempa sehingga tak ada 1 botol air mineral pun yang terlempar ke arah kursi tersebut.

Sabtu, 16 Oktober 2009

Stasiun Tawang – Pelabuhan Tanjung Mas – Karimun Jawa

1. De Morning. (maksa, hihihi). Setelah mengadakan rapat internal (hihihi.. ), kami memutuskan untuk menumpang mandi di Hotel tempat Mas Dhian (teman yang sudah datang sehari sebelumnya dari Cirebon) yang tidak begitu jauh dari stasiun karena kondisi toilet umum yang kami temukan kurang layak pakai, termasuk dengan kenyataan bahwa gayung pun harus ditaliin biar kagak dicuri maling. (Berita Pagi ini: Untuk mengantisipasi Maling Gayung, sejumlah pengusaha toilet di Semarang terpaksa “merantai” gayungnya! PLOK …).
2. Eji Nyali. Bangunan tua itu bernama Hotel Raden Patah. Ternyata Mas Dhian menginap di sana. HORROR!! Beruntung hari sudah pagi, sehingga tidak perlu ada adegan “kepala muncul dari bak mandi” saat byar byur di kamar mandi. Tapi memang ada satu penampakan baru muncul ketika kami bersiap di hotel, yaitu Bu Tac dari Surabaya. Hihihi.
3. Fiuhhh! Saat menuju pelabuhan, kami merasa benar-benar berada di Semarang! Banjiiirrr Rob. Yihaa …
4. Gagah Perkasa. Perasaan menjadi tenang, ketika melihat kondisi luar kapal cepat Kartini I. “Sepertinya kuat dan tahan lama …”. Hihihi. Kapalnya bagus.
5. Haman. Life Jackets. Life Jackets. Life Jackets. Yiha. Life jacket berada di bawah kursi masing-masing penumpang. Haman. Haman. Haman. (maksudnya: AMAN, pak!)
6. Ini Kartini! Keadaan bagian ruangan penumpang terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas eksekutif yang berada di bagian atas dan bisnis yang berada di bawahnya. Saya kurang begitu paham letak perbedaan dua kelas tersebut (sama2 ber-AC kok! PLAK! Emang kereta! Hihihi), namun ketika bermain-main ke kelas eksekutif sepertinya kursi lebih empuk dan nyaman. Ada harga ada rupa. Kapal pun berjalan. Tenang … Tenang … Tidur … Tidur …Foto …Foto … Makan … Makan
7. Jempur Sari (makin maksa …). Selain kehebohan ibu-ibu PKK yang ribut dengan kacamata Manohara-nya. Fakta lain yang menggelitik adalah “siaran lokal” yang muncul di tivi selama perjalanan adalah LAGU-LAGU TERKINI mulai dari ST 12 hingga Kangen Band, eh termasuk campur sari by RANO PARNO.
8. Kamar Apung. Penginapan yang cukup unik dan berdiri di pinggiran Pulau Menjangan Besar sehingga kami harus memakai perahu untuk menuju Wisma Apung. Wisma Apung terbagi dua jenis kamar, yaitu AC dan Non AC. (Kamar AC mempunyai kamar mandi pribadi sedangkan kamar non AC kudu rela berbagi kamar mandi). Kamar mandinya pun cukup unik, benar-benar menggambarkan rantai makan yang seutuhnya (buang – makan – buang – makan). Sedangkan untuk urusan makan, Wisma Apung telah menyediakan catering dengan rasa yang cukup lezat dan sanggup menyajikan menu yang sebelumnya kami perbincangkan (sepertinya ada cctv nya deh!! Yakin. Hahaha).
9. Lestu cuti? Baru saja trip dimulai sudah menanggung derita. Ada yang kebaret kayu, nginjek karang sampe ketusuk bulu babi. Pada dapat restu dari kepala kantornya gak sih buat cuti liburan? =D
10.Menawan! Sunset paling yahud!! Beneran … Sumpah kagak pake sekuel pocong dah! Kami melihat sunset di Pulau belakang wisma apung dengan menyeberangi laut yang gak sampe sepinggang dalamnya..
11.Nanas Naga Nemangka Napel! ABC 5 DASAR!! Saking gembelnya kagak ada yang bawa kartu/monopoli/gaple (PS 3? PLAK!), kami pun terpaksa balik ke jaman sd. M … Nama kota? MADURA … -Engggg…- SREEETT … muka pun putih dengan sun block!

Minggu, 17 Oktober 2009

Wisma Apung – Pantai Ujung Gelam – Pulau Cemara Besar – Pulau Menjangan Kecil – Pulau Menjangan Besar (Tour berkeliling Pulau)

1. OMG! Batal hunting sunrise di Pantai Nirvana. Sunrise dari Wisma Apung tidak kalah keren kok, apalagi sambil nyeruput teh hangat.
2. Perahu . perahu buat one day tour kami datang paling terakhir di antara grup-grup lain yang menginap di wisma apung. Parahnya, mereka tidak menyiapkan life jacket dan alat snorkelling yang layak pakai. HUH! Pelajaran nih … Biaya sewa perahu sehari Rp 300.000,00 belum termasuk alat snorkeling (Bendahara bin Manohara bener kagak?)
3. QQ – Qujung Qelam! Demi mengejar ketenangan, kami memulai trip dari Ujung Gelam bukan ke Cemara Besar. Dan terbukti di Ujung Gelam tak ada perahu lain yang bersandar selain perahu dari grup kami. Biaya sandar kapal Rp 25.000, 00. Di Ujung Gelam, bisa melakukan aktivitas snorkelling maupun bermain pasir dan air.
4. Ramburadul! “Foto berlari ala Baywatch ya!! Lari … ”, kata Fotografer. BRUUKKK. Seorang “model sok baywatch” malah berpose ambruk seperti model korban yang sudah terdampar di tepi pantai. DODOL.
5. Sesi selanjutnya. Foto dodol pun berlanjut di Pulau Cemara besar yang memang cocok untuk ajang narsis dan eksis dengan beragam gaya dan kelincahan. Halah! Masuk ke pulau ini FREE!
6. Tangga Harum Manis. Kebetulan pas jam makan siang, kami memutuskan untuk MAKSI di atas kapal sisi sebaliknya dari tempat yang kita tuju saat datang di Pulau Cemara Besar. Mangga … Mangga … Makan sambil digoyang-goyang! Mangga nya enak … Rebutan lagi!
7. Urine! Pulau Menjangan Kecil adalah tujuan selanjutnya. Sayangnya kami tidak bisa masuk hingga ke pantai. Kapal kami hanya bersandar di beberapa meter dari pantai yang ditumbuhi pohon kelapa yang berjajar. SNORKELLING pun dimulai. Mangstab! Meskipun saya gak berani melepas tali …Huahaha. Btw, hayoo siapa yang buang air kecil di sini? NGAKU!!! =p
8. Vete Vete ah Vete vete donk! Sebenarnya kami melewatkan 1 pulau, yaitu Pulau Cemara Kecil dalam one day tour kali ini. Hiks
9. Wiu Wiu Wiu. Tujuan terakhir adalah sebuah kolam hiu di samping Wisma Apung. Ternyata tidak begitu spesial dan tetap nggak ada yang berani “berkenalan” dengan para hiu, padahal para hiu sudah menanti kedatangan kami. Hihihi.
10.Xamsud lo?? “APAAAA?? 35 RIBUUUU?” Huh … Kejadian paling bikin bete nih, pas mendengar harga sewa alat snorkelling yang menurut info yang kami dapatnya seharga Rp 25.000,00 saja. Mending alatnya bagus-bagus … (Apalagi ada salah satu kacamata yang hilang, sehingga salah satu dari rekan kami terpaksa mengeluarkan kocek lebih untuk menggantikannya. Rp 150.000,00. Hiks). TIPS: mending nyewa alat snorkelling di darat cuman Rp 15.000,00 aje cing!

Senin, 19 Oktober 2009

Wisma Apung – Pulau Kemujan – Dermaga (Pelabuhan Legon Bajak?) – Bandara Dewandaru – Kampung Adat Bugis – Makan Sunan Nyamplung – Pantai Legon Lele – Resort (lupa namanya) – Warung Makan Bu Ester – Sunset di Ujung Gelam (Tour Darat Berkeliling Pulau Karimun dan Pulau Kemujan)

1. Ya Mahmud! Di hari kedua ini, sebenarnya ada pilihan lain jika masih ingin berkeliling pulau, yaitu menuju Pulau Tengah dan Pulau Kecil di sisi timur pulau utama. Namun mengingat ombak cukup besar dan angin bisa bikin “enter wind kronis”, akhirnya grup kami memutuskan untuk tour berkeliling pulau utama melalui jalan darat bersama PAK MAHMUD yang ramah, ceplas ceplos, serta unik dengan “badan gusur”-nya (lupus bangget!). Kata temen saya, “jangan gilllaaa dunk!!”
2. Zepeda! Perjalanan darat ini melewati jalanan beraspal yang cukup halus namun berliku dan naik turun serta dengan keelokan panorama alam Karimun plus bonus pemandangan kehidupan sehari-hari penduduk Karimun secara lebih dekat. Sehingga saya pun bisa tahu jika sepeda milik anak2 karimun juga gak kalah keren dibanding dengan sepeda milik teman-teman mereka di kota.
3. Ajaib? Sawah Karimun!! Hutan Mangrove Karimun!! Sungai Karimun?” Hal-hal yang sederhana namun membuat kami untuk berhenti sejenak, yaitu salah satunya lahan persawahan tadah hujan yang terlihat gersang setelah panen. Seperti halnya sawah, kami juga berhenti di sebuah jembatan sebelum memasuki kawasan hutan mangrove yang merupakan batas antara Pulau Karimun dan Pulau Kemujan . “Sungai” yang berada di bawah jembatan merupakan semacam selat super kecil, karena aliran air tersebut memang tidak layak disebut sungai karena tidak mempunyai hulu dan hilir. Ada satu hal yang unik dari “sungai” ini, yaitu saat siang hari, alirannya dari timur ke barat. Namun saat sore harinya, alirannya berubah dari barat ke timur. Bener gak ya? (Hasil Googling! Sumber: http://superwid.wordpress.com/2009/06/01/45-kilometer-kj-6/).
4. Bermaga! Kami juga menyempatkan mampir di salah satu dermaga di Pulau Kemujan sambil menikmati panorama laut lepas yang berbeda. Selain itu, ada pemandangan sebuah kapal karam dengan posisi miring di tepi pantai dekat dermaga dan sebuah rumah Malaysia di dekat pintu masuk dermaga (yang punya pernah bekerja menjadi TKI di Malaysia, begitu kata Pak Mahmud! Masak jadi TKI di Arab Saudi. Hihihi).
5. Cumput Laut. Pantai dan Petani Rumput Laut. Salah satu kelebihan menggunakan jasa Pak Mahmud adalah bisa berhenti di mana saja kita mau! Haha. Kami sempat berhenti di sebuah pantai yang penuh kapal nelayan dan sempat melihat-lihat rumput laut yang sedang “berjemur” (dijemur ya! PLAK).
6. Dewadaru. Kami tak kelewatan untuk menengok sejenak ke bandarayang merupakan salah satu akses yang dapat ditempuh untuk menuju Pulau Karimun dengan menggunakan pesawat kecil. (Ya iyalah masak Airbus!).
7. Egeunvile! Kampung Bugis Paling Indah. “Mbak, kalo mau foto rumah panggungnya di depan saja. Bagus”, kata Pak Mahmud. Kami pun mengikuti saran Pak Mahmud. Lalu ketika mobil berhenti di salah satu rumah panggung. Pak Mahmud berkata, “Itu rumahnya!”. Karena kami adalah peserta tour yang kritis maka salah satu rekan kami bertanya, “Mengapa rumah ini yang bagus, Pak?”. Kemudian Pak Mahmud menjawab, “Karena banyak bunganya!”. Muka kami pun mendadak cengok seketika, lalu manggut-manggut. Hahaha. Bunga Eugenville!! Bougenville, bang!
8. Fok*ng. (soto b*kong maksudnya, hihi) Saat kami bertanya kepada Pak Mahmud lagi tentang makanan khas di Karimun Jawa, maka yang keluar dari mulutnya bukan ikan bakar kemujan siram saos tiram, cumi cemara cah jamur, atau kerang tjap karimun djawa, namun SOTO B*KONG KHAS KARIMUN JAWA. Huahahaha. Sampai sekarang kami belum kesampaian untuk menikmati kelezatan soto b*kong ini.
9. Gotak Amal dan Makam Sunan Nyamplung. Dengan berjalan menaiki jalanan berliku dan menanjak, kami sampai di sebuah tempat layaknya tempat parkir mobil. Tidak begitu jauh dari tempat mobil berhenti, ada anak tangga yang menuju ke tempat yang lebih tinggi yang berujung pada sebuah makam dan sebuah mushola. Assalamualaikum … Permisi … (Abis itu kami malah menemukan spot yang memberikan view laut lepas. Indah. Kami terlena hingga lupa untuk memasukan uang di kotak amal saat balik. Hihihi. Maaf. Maaf).
10.Haskar Pelangi. Sebuah pantai yang sepi dan berada di sebuah teluk (legon). Pemandangannya begitu lengkap, gunung, pantai dengan pasir putih, karang dan pepohonan rimbun. Kami sempat berfoto ala Laskar Pelangi di pantai sini. Ada view yang ciamik, sebelum memasuki kawasan legon lele. Dengan posisi yang lebih tinggi, maka kami seperti berada di view point yang bisa menatap laut dari perbukitan. Dan, setelah browsing, ternyata di sekitar Legon Lele terdapat camp area dan sumber mata air tawar. WOW.
11.Intip Resort. Meskipun nggak nginep di resort, namun kami menyempatkan untuk berkunjung di salah satu resort di deket Nirvana Lodge (lupa namanya). Resort ini memang bagus, mempunyai view mantap, pantai pribadi serta dermaga pribadi. WOW! Mupeng …
12.Jarung Makan Bu Ester & Mangga Kupas 2000 Perak. Berhubung kami sudah bilang tidak memakai jasa catering untuk lunch kepada Bu Nurul (pemilik wisma apung), kami menyempatkan diri untuk mencicipi “warteg” ala Karimun di Warung Makan Bu Ester. Harganya cukup murah dengan masakannya standar warteg. Namun ada satu hal yang membuat kami ingin ke warung itu terus, yaitu MANGGA. Satu buah mangga manis siap makan (sudah dikupasin, dipotongin, dibungkusin, dikasih tusuk gigi, tapi gak disuapin!) dihargai dengan 2000 perak saja!
13.Kunset di Ujung Gelam. Kami menutup trip susur daratan Karimun dan Kemujan dengan memutuskan untuk menikmati kala sang surya tenggelam di Pantai Ujung Gelam yang sehari sebelumnya sudah kami singgahi. Pak Mahmud hanya sanggup mengemudikan mobilnya hingga sebuah jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh sepeda motor sehingga dengan sangat terpaksa kami harus berjalan kaki menyusuri bukit hingga menembus semacam celah yang langsung bertemu pantai! WOW … Serasa sedang syuting film The Beach! Petualangan yang berbeda dengan lokasi yang sama, termasuk indahnya sunset dan jatuhnya seorang wanita perkasa dari atas pohon kelapa. Hihihi.
14.Langkaian bintang yang bersinar terang di atas kepala ketika saya menyeberangi lautan menuju Wisma Apung merupakan langit malam terindah selama di Karimun. Perjalanan beberapa menit itu terasa begitu khidmat dengan kepala yang menengadah ke langit luas

Selasa, 20 Oktober 2009

Wisma Apung – Dermaga Karimun – Pelabuhan Kartini, Jepara – Pelabuhan Tanjung Mas – Stasiun Tawang

1. Musim Ombak Gedhe, Kapal tidak datang? Cuaca Buruk? OH … Kabar di Selasa pagi itu sempat membuat dag dig dug. Hwaa … “Apakah ini efek dari tidak nyemplungin kotak amal di Makan Sunan Nyamplong ya?”. Hihihihi. Gak boleh nyela. Gak boleh nyela.
2. Nabar gembira! Namun setelah menunggu ketidakpastian di dermaga berteman mangga, ternyata datang sebuah kabar gembira. Kapal Kartini bakal berlayar jam 12 siang! Saya sih masih deg degan … aman gak ya?
3. Oh Em Ji. Berlayar sih memang berlayar, tapi ombaknya … BUJUG DAH!! Kayak naik kora-kora. Tiga butir antimo yang saya telan tidak berhasil membuat saya tertidur. Pikiran saya (kalo saya tertidur siapa yang bakal makein life jackets) telah membuat saya terus terjaga. Hiks.
4. Pening. Kesulitan transportasi dari Tanjung Mas menuju Tawang membuat kami memutuskan untuk memanggil taksi, namun ternyata si taksi tak kunjung tiba. Akhirnya kami menghentikan taksi yang kebetulan lewat, sedangkan yang tidak dapat jatah taksi naik ojek hingga ke Tawang!
5. QEPAR QEPAR. Setelah makan malam di kereta saya pun tertidur pulas di salah satu kursi yang kosong. LEGA bisa slonjoran dan sambil mengingat momen demi momen dari perjalanan sebelumnya.

Rabu, 21 Oktober 2009

Stasiun Pasar Senen – Kosan

Rrrrr … MAKIN QEPAR! QEPAR! Meriang. Kulit Gosong. Batuk. Pusing. Komplit!! Dan, sampe sekarang!!! Tapi terbayar lunas dengan semua pengalaman selama di Karimun Jawa.




Sumber:    http://www.dansapar.com

Judul: Karimun Jawa: A to Z; Ditulis oleh Paket Wisata Karimunjawa; Rating: 5 dari 5


Terimakasih atas kunjungan Anda beserta kesediaan Anda membaca artikel ini. Komitmen dan pelayanan serta keselamatan kami utamakan demi kenyamanan dan kesenangan anda sekalian.mengapa pelayanan kami yang terbaik, disamping kami memiliki orang-orang yang profesional, Kami bekerja sama sangat baik dengan penduduk setempat, koordinasi Tim kami yang kompak, ramah, dan bertanggung jawab
Share this article :

Email : timvisitkarimunjawa@gmail.com

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
customer service
PIN BB 5D26609E
OFFICE : (0291) 4260109
M3: 085742588199 | TSEL: 082138172799

Visit Karimunjawa Jawa Tengah

Recommended Post

Contact Me Just by Mail or SMS


Terpopuler

 
Paket Wisata Karimunjawa Tour and Travel Mulai 500 Ribuan, Couple, Group, Company Outing, Study Tour, Adventure, Diving, Snorkeling, Paket Bulan Madu Contact TimVisitKarimunjawa Hotline. (0291) 3333215
Support : Design by Creating Website
Copyright © 2011. Paket Wisata Karimunjawa Murah 500Rb Tour Travel ke Pulau Karimunjawa 2017 - All Rights Reserved
Paket Wisata Karimunjawa Tour and Travel Mulai 500 ribuan, Couple, Group, Company Outing, Study Tour, Adventure, Diving, Snorkeling, Paket Bulan Madu